Judul post kali ini diambil dari judul sebuah webcomic di XKCD ( http://xkcd.com/611/ ), dan terinspirasi dari sebuah blog yang bercerita soal nasionalisme dan peristiwa pemboman mega kuningan kemaren dijakarta.
Pertama yang mau gw bahas adalah pengertiannya dulu. Disaster, jelas lah ya, bencana, dan Voyeurism, yang berasal dari kata voyeur, dan disini gw mengambil definisi voyeurnya yang :
a fascinated observer of distressing, sordid, or scandalous events
yang kalo disederhanain kurang lebih artinya
seorang pengamat yang takjub (dalam arti senang) akan peristiwa-peristiwa yang menyusahkan atau berskandal
Jadi, intinya kalo digabung, Disaster Voyeurism itu adalah sebuah keinginan dari seseorang untuk melihat peristiwa yang menyusahkan, dalam hal ini bencana. Kind a sick huh?
Tapi!Sebenernya ini hal yang lazim, meskipun mungkin banyak orang yang gak ngerasa seperti itu. Sebagai contoh, misalnya waktu lo nonton berita/dokumenter soal gempa aceh. Lo begitu menunggu kesaksian atas kejadian itu dari tangan pertama, menunggu rekaman-rekaman kejadiannya, dan mungkin sampai pada berandai-andai apa yang terjadi kalau gempa seperti itu terjadi lagi saat ini, di lokasi lo berada, sambil bergidik dan berharap hal itu tidak terjadi. Mungkin lo sampai mencari videonya di internet, dan mencari dari sumber-sumber lain. Tapi disini, yang dilihat adalah bagaimana lo excited terhadap hal-hal seperti itu.
Contoh lain, betapa banyak orang yang suka menonton lokasi bencana, baik bencana berupa kecelakaan, misalnya kecelakaan lalu lintas. Sering kan jalanan macet cuman karena orang-orang ngelambat buat ngeliat “hasilnya”? Atau bencana alam, seperti lumpur sidoarjo, yang bahkan sekarang sampe dijadiin lokasi pariwisata *meskipun gak resmi. Atau yang paling terbaru (dan menurut gw paling sakit) adalah ketika ada berita di TV bahwa lokasi bom kuningan itu dijadiin tempat liburan keluarga waktu long weekend kemarin. MEN, DIMANA SIH AKAL SEHAT ANDA-ANDA SEMUA?ITU SEMUA BENCANA, JENDRAL!
Ehem. Mungkin akal sehat anda ada di tempatnya masing-masing. Karena pada kenyataannya, meskipun terdengar sakit jiwa, tapi mungkin sudah merupakan dorongan manusia untuk suka melihat penderitaan. Gak percaya? Tanyakan pada diri anda sendiri. Seberapa sering anda menonton reality show, hanya untuk melihat orang ditampar, orang berantem, orang menangis? Seberapa sering anda menonton talent show, hanya untuk melihat siapa yang akan “dibuang” hari itu dan melihat reaksinya? Seberapa sering anda mencari snuff film di youtube? Bergidik dan menutup mata saat melihat kepala seorang tawanan dibunuh oleh para pemberontak, tapi ingin melihat lagi dan menyebarkannya ke orang lain.
Kita semua sebenarnya adalah spesies yang bermoral sekaligus tidak bermoral kawan.
Soundtrack of this post : Do Your Thing-nya Basement Jaxx.Hahaha.